Akhirnya setelah pulang dari dokter dg sedih semua yang ada dimobil Babe/Kakek, didalam mobil Kijang tahun 1987 sepi dan sedih, Papa, Bunda, Babe, Oma, dan Umi.
Dan tak tahu apa yang ada dipikiran Papa dan Bunda (semoga Allah SWT selalu menguatkan bahu dan semangat merawat dan membesarkan dimas, Aamiin)
Saya tahu saat itu pasti papa dan bunda bingung mau bagaimana dan harus berbuat apa, karena kami bukan dari kalangan berada atau kalangan orang kaya. sedangkan gaji papa nggak cukup untuk melakukan operasi ataupun yang lain.
Tapi Papa belum puas dan mau mencoba mencari dokter pembanding dan minta rujukan dokter dari palembang dan akhirnya papa bawa saya serta bunda ke Jakarta untuk periksa di RSCM Jakarta, dan sampai dijakarta malam untung ada sepupu Papa namanya om AAM, kami dibawa ke penginapan murah yang memang sdh dipesan papa sama oom carikan penginapan yang dekat rumah sakit tapi murah. besok paginya kami ke dokter, alhamdulillah proses semuanya berjalan lancar seperti dipermudah oleh Allah SWT dan dokterpun memvonis sama. dan setelah dari dokter mata papa ditelp oleh teman sekantornya bu Yance dan Bu Intan untuk periksa kan telinga Dimas, karena papa sering kali curhat kemereka kenapa ya Dimas nggak bangun walaupun hujan petir, pintu dibuka atau ditutup serta ada musik keras pun tidak bangun. akhirnya dibawa papa ke THT umum, disana disarankan ke THT komunitas, sesampainya disana alhamdulillah lancar lagi prosesnya. tetapi sampai disana ditanyai bawa duit nggak mau periksa, mungkin karena papa dan bunda sdh lusuh sekali. Papa bilang kita bawa bu, walaupun modal papa sedikit saat itu. dimas diperiksa kurang lebih 5 dokter ahli dari jam 10 -15.00, hasilnya dokterpun memvonis saya Tuli berat, papa drop tetapi bunda kuat dan tegar. karena menurut bunda ini sudah anugerah dari Allah SWT, kita tidak bisa berbuat apa2 lagi kecuali membesarkan dan mengobatinya. walaupun mungkin bunda bohong sama papa, dihatinya hancur. (Love you Papa dan Bunda)dan jika mau dengar harus pakai alat bantu dengar atau choclea implant saat itu alat bantu dengan yang biasa aja Rp. 9 Jutaan dan choclea implant perkiraan Rp. 300 jutan sebelah. disaat begitu papa bingung jangankan mau beli alat bantu dengar atau chocle implan untuk menginap saja tidak cukup karena uang papa sangat menipis akibat bayar pemeriksaan tsb dan bingung untuk menginap, tp alhamdulillah papa ditelp partner kerja dan menanyakan kenapa ke Jakarta. dan dijelaskan papa, alhamdulillah papa dikasih duit dan kami bisa tidur di hotel lagi di Jakarta serta kembali ke Palembang dengan selamat dan disambut tangis di Palembang tanpa alat bantu dengar juga.
Setelah di Palembang
Papa mendapatkan masukan dari teman teman untuk mencoba minta bantuan kantor, dan dicobalah oleh papa, tetapi saat itu bingung karena mana yang jadi prioritas Mata atau telinga papa kerjanya di PT. APL Indonesia tetapi status kepegawaiannya outsourching yaitu PT. Hits Konsultan. tetapi alhamdulillah dapat respon dimana perusahaan membantu Rp. 5 juta (Ibu Farida )dan dari personlanya kepala cabang 5 Jt ( Tandias Budiman)
dan papa jual motor Tigernya untuk nambahi operasi mata dahulu yang diambil dan sampai selesai.
dan sekarang dimas sudah hampir 6 tahun mau dioperasi ulang matanya dan sudah pakai alat bantu dengar walaupun belum ada hasil dari alat bantu dengarnya.
berikut moment dimas skrg




Papa sayang dimas, doakan bahu papa selalu kuat untuk menjalani ini semua dan membuat dimas bahagia dan sejahtera. Aamiin
BalasHapusPapa sayang dimas, doakan bahu papa selalu kuat untuk menjalani ini semua dan membuat dimas bahagia dan sejahtera. Aamiin
BalasHapus