Selasa, 26 November 2013

pernikahan PAPA dan BUNDA, Dimas Mulai hadir di kehidupan mereka

Akhirnya papa pindah di PT. APL dan mereka memutuskan menikah, akhirnya waktu pernikahan dan hari bahagia itu datang walau dengan tertatih mereka berjuang berdua, dan acara pun dilaksanakan 2 kali, minggu tanggal 9 Juli 2007 dirumah nenek/orang tua Bunda di Pakjo, dan 13 Juli 2007 dirumah Oma Plaju.

Dimas Mulai hadir dikehidupan Bunda dan papa,

dan semua berhasil dilewati, saat itu buah hasil pernikahannya belum dapat lewat bulan pertama dan bulan berikutnya bunda terkena gatal-gatal bintik merah dan dibawa ke dokter umum dan tidak tahu saat itu bunda sudah mengandung saya dan nggak tahu penyakit apa mungkin penyakit biasa eh nggak tahunya Rubella setelah dimas lahir, berjalannya waktu lahirlah cucu pertama oma dari paman ku Bambang Pramono dan yang menyambutnya adalah Papa karena saat itu paman dinas diluar kota tepatnya di kabupaten OKU cukup jauh dari kota pelambang. sedangkan saat itu dimas sudah ada dalam kandungan sekitar 7 bulanan, sedangkan papa saat itu berjuang bersama bunda bersama-sama menyangi ku dibawa periksa rutin sampai akhirnya tahu janinnya laki2, papa begitu sumringah dan bahagia karena doanya terkabul jika anak ku lahir laki-laki aku akan jadi orang sukses dan kaya (Aamiin). pada saatnya yang ditunggu kok dimas nggak mau keluar padahal sudah lewat 9 bulan 10 hari, karena mungkin maunya ditunggu papa karena waktu itu papa giat sekali bekerja tanpa kenal lelah. pada 9 bulan 17 hari tepatnya 17 mei 2008 lahir lah dimas disambut papa di Rumah sakit charitas tetapi ada yang janggal dalam hal ini, dimas harusnya normal oleh dokter disambut dengan Vacum dan setelah lahir pada malam harinya disodorkan selembar surat pernyataan bahwasanya lahir vacum dan diluar tanggung jawab rumah sakit. dan papa telp dokter, dokter bilang bunda susah mengedan saat melahirkan dimas. dan papa pasrah yang ada kebahagian dapat dimas, tanda-tanda kejanggalan mulai aneh mata dimas belekan/ ada kotorannya. dibersihkan, kemudian dibawa pulang dari rumah sakit. tanda tanya menghampiri kok belekannya nggak mau hilang, dibawa kedokter anak. setelah hilang kotorannya kok aneh matanya keruh. dibawa lagi kedokter anak lagi, dokterpun bilang kena katarak matanya. papa nggak puas dibawa ke dokter mata yang terkenal di Palembang yang kalau datang ngantrinya lama banget kalau nggak kita dari subuh, papa pun berangkat subuh. dan dokter juga bilang sama dan harus segera dioperasi saat umur 6 bulan nanti.
berikut moment dimas sebelum dioperasi, karena saat itu perjuangan papa masih belum punya duit untuk operasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar